Cerita tentang 4 sekawan yang bercita-cita ingin melalang buana keliling dunia demi SESUAP NASI dan SEGENGGAM BERLIAN. Dulu sekali. Ketika Bunga kopi masih semerbak mewangi disela-sela aroma tanah basah dan kayu lapuk (sekarang bunga kopi tidak lagi semerbak mewangi, tapi lebih berbau asap knalpot, kemenyan dan hasil pembakaran hutan).
Mereka adalah Meysha Koerniawan, Meysha Antonio, Meysha Prasetya dan Meysha Lestari. Aku bungsu dari ke empat Meysha. tapi aku yang paling sering bikin ulah dan bertingkah. Tak sangup hidup bersama untuk waktu lama, keempatnya berpisah dan mencari jalan hidup masing-masing. Dan begitu berkumpul kembali mereka mulai berkisah dan bertukar cerita.
Inilah cerita dari Meysha Lestari. Meysha Antonio dan M. Prasetya tidak pandai bercerita karena sibuk mengurus anak mereka yang jumlahnya hampir sama dengan bilangan keluarga Kurawa. Sementara Meysha Koerniawan.....sibuk melatih paduan suara untukmendapatkan kembali suaranya yang merdu dan serak-serak basah..(No offence, dear)hehehe...
Sedangkan Umi.....dia adalah pendengar setia dan ahli mengolah kata. apalah artinya cerita bagus menarik hati, kalau tidak disusun dengan kata-kata yang indah dan penuh makna.
So, Umi yang Meysha? atau Meysha yang bukan Umi? You Guess....
KAlau menang...dapat...seketul bunga kopi yang wanginya masih origin. langsung ambil sendiri di tempat...ditengah belantara hutan Bukit Barisan...
Salam
Friday, May 22, 2009
Friday, May 1, 2009
Love you...Love you Not...
Minggu Pagi yang cerah, "HAi... Mey" sapa Julie sambil menghampiri Mey yang sedang break fast sambil reading news paper.
"Pagi Sweet heart. MAu makan apa?"
'Hm... anything. What u made for me?"
"Milo..."
"Yee yesterday already Milo. I want milk!"
'Why never say so last night?"
"What ever.... I want Milk....I want Milk....!!!"
Julie so annoying sometime. Mey berusaha untuk sabar, "Dring ur Milo...and tommorow I promise..I'll make milk for you..Ok darling?"
"But I dont feel like I want to drink milo..."
"Then don't feel it! But... drink it!! I'll make scramble egg for you in return...ok?"
"I m not love you Mey... cos u fore me to drink milo...!"
"Its ok! for to day... u no need. but to night... I m sure u will fall in love to me again...!"
"Why? julie terlihat penasaran...
"If u wanna know... Drink ur milo first..!"
"...then u will tell me..?"
"Yup!"
"Ok!" julie menghabiskan Milo dalam mug nya dengan sekali tegiuk. "Done! now...tell me!
Mey..tersenyum di kulum...
"Mey... tell me now!"
"Hmmm.....cos...I am ur best kaka!"
"That's it?"
"Ya!"
"Thats I know lah... other thing..."
"...cos I can made some one who dn't feel to drink milo...drunk it till gone...!"
Julie terlihat meradang merasa terkena trik Mey. "Meyyyyyyyyyyyyyyy!"
"Hi girl...why u csreaming like that?" Theresa tiba-tiba telah berdiri di ujung tangga mengamati kedua anak asuhnya.
"Mey...lah...she...."
"What?" Theresa menatap Mey dan Julie bergantian. Mey tersenyum kearah Theresa sambil mengedikan bahu. Sementara Julie melotot dengan garang.
"I am not Love you, Mey!"
"love you too, dear!" balas Mey dengan kalem, sambil bangkit dari duduknya menuju ke dapur. Julie berniat untuk mengejarnya dengan tangan yang siap menumbuk, jika tidak segera di seret Theresa ke meja makan. Untuk melampiaskan marahnya dia mengomel panjang pendek dengan bahasa planetnya yang sulit di mengerti.
Mey hanya tertawa mendengarnya. "I love you, Julie!" ucapnya sambil mencuci gelas. YAng tentu saja semakin membuat Julie Keki.
"Pagi Sweet heart. MAu makan apa?"
'Hm... anything. What u made for me?"
"Milo..."
"Yee yesterday already Milo. I want milk!"
'Why never say so last night?"
"What ever.... I want Milk....I want Milk....!!!"
Julie so annoying sometime. Mey berusaha untuk sabar, "Dring ur Milo...and tommorow I promise..I'll make milk for you..Ok darling?"
"But I dont feel like I want to drink milo..."
"Then don't feel it! But... drink it!! I'll make scramble egg for you in return...ok?"
"I m not love you Mey... cos u fore me to drink milo...!"
"Its ok! for to day... u no need. but to night... I m sure u will fall in love to me again...!"
"Why? julie terlihat penasaran...
"If u wanna know... Drink ur milo first..!"
"...then u will tell me..?"
"Yup!"
"Ok!" julie menghabiskan Milo dalam mug nya dengan sekali tegiuk. "Done! now...tell me!
Mey..tersenyum di kulum...
"Mey... tell me now!"
"Hmmm.....cos...I am ur best kaka!"
"That's it?"
"Ya!"
"Thats I know lah... other thing..."
"...cos I can made some one who dn't feel to drink milo...drunk it till gone...!"
Julie terlihat meradang merasa terkena trik Mey. "Meyyyyyyyyyyyyyyy!"
"Hi girl...why u csreaming like that?" Theresa tiba-tiba telah berdiri di ujung tangga mengamati kedua anak asuhnya.
"Mey...lah...she...."
"What?" Theresa menatap Mey dan Julie bergantian. Mey tersenyum kearah Theresa sambil mengedikan bahu. Sementara Julie melotot dengan garang.
"I am not Love you, Mey!"
"love you too, dear!" balas Mey dengan kalem, sambil bangkit dari duduknya menuju ke dapur. Julie berniat untuk mengejarnya dengan tangan yang siap menumbuk, jika tidak segera di seret Theresa ke meja makan. Untuk melampiaskan marahnya dia mengomel panjang pendek dengan bahasa planetnya yang sulit di mengerti.
Mey hanya tertawa mendengarnya. "I love you, Julie!" ucapnya sambil mencuci gelas. YAng tentu saja semakin membuat Julie Keki.
Thursday, February 19, 2009
GOD only one, with so many names
Mey sedang tiduran di kamarnya sambil mendengarkan lagu-lagu India. Tanpa mengetuk pintu Julie masuk dan segera melemparkan tubuhnya di samping Mey. “Hi..Mey, you said… you going to tell me about… GOD thing?”
“Did I?” dengan wajah tak bersalah. “Mey….??????????
“OK. Listen. God is only one. The all mighty who created you and me and all the living and unliving thing in this universe. But we human, called Him in many names. And we pray in many ways.”
“How you so sure the God’s only one?”
“Look at you….look at me… look at out side there. Human have the same pattern. Animal have the same patter also. Semua mempunyai pola yang sama. Itu membuktikan bahwa semua itu di ciptakan oleh satu sumber yang sama. Just Imagine..! kalau tuhan itu banyak. Pasti akan banyak pola bentuk manusia. Tuhan orang Christian, pasti ingin membuat manusia yang sesuai dengan keinginan. Begitu pula tuhan orang Cina. Tuhan orang Muslim, tuhan orang Yahudi, Hindu,…. Dan pasti akan ada contest bentuk manusia terbaik…antara tuhan.”
“But we are different, Mey. Look at our skin? I am fair and you light brown.”
“That’s coz we come from different places, different Lattitude. And have different hormon. Yang tergantung pada cara hidup dan lingkungan. Kamu percaya tidak kalau cina di Indonesia kulitnya hampir sama dengan orang jawa? Hanya saja mereka bermata sipit dan berhidung pesek!”
“Meyyyyyyyyyyyyyyyyyyy!”
“No offence! Sorry!
“Did I?” dengan wajah tak bersalah. “Mey….??????????
“OK. Listen. God is only one. The all mighty who created you and me and all the living and unliving thing in this universe. But we human, called Him in many names. And we pray in many ways.”
“How you so sure the God’s only one?”
“Look at you….look at me… look at out side there. Human have the same pattern. Animal have the same patter also. Semua mempunyai pola yang sama. Itu membuktikan bahwa semua itu di ciptakan oleh satu sumber yang sama. Just Imagine..! kalau tuhan itu banyak. Pasti akan banyak pola bentuk manusia. Tuhan orang Christian, pasti ingin membuat manusia yang sesuai dengan keinginan. Begitu pula tuhan orang Cina. Tuhan orang Muslim, tuhan orang Yahudi, Hindu,…. Dan pasti akan ada contest bentuk manusia terbaik…antara tuhan.”
“But we are different, Mey. Look at our skin? I am fair and you light brown.”
“That’s coz we come from different places, different Lattitude. And have different hormon. Yang tergantung pada cara hidup dan lingkungan. Kamu percaya tidak kalau cina di Indonesia kulitnya hampir sama dengan orang jawa? Hanya saja mereka bermata sipit dan berhidung pesek!”
“Meyyyyyyyyyyyyyyyyyyy!”
“No offence! Sorry!
Wednesday, February 18, 2009
On WEt saturday
Theresa sedang menonton tV sambil membaca newspaper di ruang tamu. Mey dan Julie sedang kasak kusuk di di belakang merencanakan acara sabtu malam yang tinggal beberapa jam lagi. Akhirnya di putuskan bahwa mereka mau ke Kid sport.
Julie menghampiri Theresa dan segera bergelanyut manja pada mamanya.
“Mummy…...”
Tanpa menoleh Theresa menyahut, “Ya?”
“Can you send us to shoping complexs?”
Theresa menatap sejenak, “Who’s Us?”
“Me and Mey…!”
“No!”
“Why?”
“Raining! Wet…stay at home better. You can play monopoly with her!”
“Don’t want!”
“Play computer?”
"Don't want!"
“Wet you know..! it’s raining out side there!”
“Bla..bla…bla…” dengan tidak puas Julie melangkah meninggalkan mamanya menemui Mey yang sedang tiduran di kamarnya. “Mother said, can’t. Raining!”
A few hour later, Theresa mengetuk kamar Mey dan memanggil anaknya.
“Girl….. come with mummy…..we go to center point!”
“No. Raining….. wet!”
“The car no roof meh?”
“Yeah….. not fair!! When I want to go to kid sport…. You said…!”
“What ever.. come lah! I am hunggry already lho…..!
Julie menghampiri Theresa dan segera bergelanyut manja pada mamanya.
“Mummy…...”
Tanpa menoleh Theresa menyahut, “Ya?”
“Can you send us to shoping complexs?”
Theresa menatap sejenak, “Who’s Us?”
“Me and Mey…!”
“No!”
“Why?”
“Raining! Wet…stay at home better. You can play monopoly with her!”
“Don’t want!”
“Play computer?”
"Don't want!"
“Wet you know..! it’s raining out side there!”
“Bla..bla…bla…” dengan tidak puas Julie melangkah meninggalkan mamanya menemui Mey yang sedang tiduran di kamarnya. “Mother said, can’t. Raining!”
A few hour later, Theresa mengetuk kamar Mey dan memanggil anaknya.
“Girl….. come with mummy…..we go to center point!”
“No. Raining….. wet!”
“The car no roof meh?”
“Yeah….. not fair!! When I want to go to kid sport…. You said…!”
“What ever.. come lah! I am hunggry already lho…..!
HIDE and SEEK
Julie sedang membantu Mey mengupas carrot di dapur ketika terdengar pintu besi terbuka. Dengan cepat julie berlari sembunyi.
Seperti biasa, setiap kali sepulang dari kantor, Theresa mengantung tasnya di pintu store room, mencuci tangan, lalu menuang air minum.
“Ma’am…!” sapa Mey. Theresa tersenyum dan menganguk.
“Where’s Julie?” tanyanya dengan wajah menyelidik.
“Julie? I don’t know. Just now, she was here with me.” Lalu Mey dengan matanya memberi isyarat menatap ke tempat persembunyian Julie. Theresa tersenyum. Dengan berjingkat dia berjalan ke jeendela. Pura-pura membuka tirai… dan….
“Here… you are….!” Ucapnya sambil tertawa memeluk Julie.
“Mom….How you found me? Can see ya?”
“NO.”
“Then?...oh…. Meyyyyyyy!” Julie segera menebak ulah siapa. “You ya…”
“What?”Mey pura-pura tidak mengerti. “You told mother, right?”
“NO….” sahut Mey cepat. “Then How she’s found me?”
“From your smell! You not yet shower, right?”
“You not yet shower, girl?” Theresa melotot ke arah Julie dengan kening berkerut.
“Waiting for you!”
“Aiya…. Let’s go shower!” Theresa dan Julie berjalan beriringan menuju ke tangga. Namun sebelum itu Julie masih sempat melemparkan tatapan mengancam yang dibalas Mey dengan cibiran.
Wow…. Lovely Family!!!
Seperti biasa, setiap kali sepulang dari kantor, Theresa mengantung tasnya di pintu store room, mencuci tangan, lalu menuang air minum.
“Ma’am…!” sapa Mey. Theresa tersenyum dan menganguk.
“Where’s Julie?” tanyanya dengan wajah menyelidik.
“Julie? I don’t know. Just now, she was here with me.” Lalu Mey dengan matanya memberi isyarat menatap ke tempat persembunyian Julie. Theresa tersenyum. Dengan berjingkat dia berjalan ke jeendela. Pura-pura membuka tirai… dan….
“Here… you are….!” Ucapnya sambil tertawa memeluk Julie.
“Mom….How you found me? Can see ya?”
“NO.”
“Then?...oh…. Meyyyyyyy!” Julie segera menebak ulah siapa. “You ya…”
“What?”Mey pura-pura tidak mengerti. “You told mother, right?”
“NO….” sahut Mey cepat. “Then How she’s found me?”
“From your smell! You not yet shower, right?”
“You not yet shower, girl?” Theresa melotot ke arah Julie dengan kening berkerut.
“Waiting for you!”
“Aiya…. Let’s go shower!” Theresa dan Julie berjalan beriringan menuju ke tangga. Namun sebelum itu Julie masih sempat melemparkan tatapan mengancam yang dibalas Mey dengan cibiran.
Wow…. Lovely Family!!!
Study First..then....
“Belajar! Pergilah belajar… besok ada Exam!”
“Do you sit with me?”
“NO.”
“Why?”
“I am going to clean your room! If finish I’ll sit with you. Now do your home work and study! Don’t On TV before finish your home work!”
“Not fair!”
“What’s not fair?”
“I sit Alone …..and you.. have fun…clean the room and listen to music!” protes Julie yang membuat Mey terbelalak.
“Julie Foong, kalau kau pikir itu ‘not fair’ macam mana kalau kita tukar? Aku kerjakan PR mu dan kau membersihkan kamarmu! Fair?”
“Alone?”
“Yap!”
“Not Fair……” sahut Julie dengan sewot sambil menuju ruang tamu yang sekaligus menjadi meja belajarnya. Dimana sebuah TV LCD 42 inch sedang memanti untuk di tonton. Mey membuka store room dan mengeluarkan sapu ajaibnya. “Please ….Mey, can I on TV?” dengan memasang wajah memelas.
“Nop! Do your home work first!” Julie mengomel panjang pendek dengan bahasa planetnya. Mey hanya tersenyum simpul melihat kelakuan
“Do you sit with me?”
“NO.”
“Why?”
“I am going to clean your room! If finish I’ll sit with you. Now do your home work and study! Don’t On TV before finish your home work!”
“Not fair!”
“What’s not fair?”
“I sit Alone …..and you.. have fun…clean the room and listen to music!” protes Julie yang membuat Mey terbelalak.
“Julie Foong, kalau kau pikir itu ‘not fair’ macam mana kalau kita tukar? Aku kerjakan PR mu dan kau membersihkan kamarmu! Fair?”
“Alone?”
“Yap!”
“Not Fair……” sahut Julie dengan sewot sambil menuju ruang tamu yang sekaligus menjadi meja belajarnya. Dimana sebuah TV LCD 42 inch sedang memanti untuk di tonton. Mey membuka store room dan mengeluarkan sapu ajaibnya. “Please ….Mey, can I on TV?” dengan memasang wajah memelas.
“Nop! Do your home work first!” Julie mengomel panjang pendek dengan bahasa planetnya. Mey hanya tersenyum simpul melihat kelakuan
GOD IS ONE
“Mey, besok mummy akan mengajak ku ke temple. Berdoa. Wanna come?”
“Aku? Buat apa?”
“Pray! To the God!”
“I am Muslim, remember?”
“SO?”
“I am not pray to the statue! I can Pray at home, five times a day.”
“Not tired mah? Five times a day!”
“of course! But That our obligations as human being! Praying. Berterimah kasih, memohon ampunan atas segala dosa dan salah yang dengan sengaja atau tidak sengaja kita lakukan.”
“What the different between your God and Mine?” tanya Julie dengan nada ingin tahu. Gadis umur 10 tahun itu terkadang sering membuat Mey bingung dengan pertanyaanya. Bukan tak bisa menjawab, tapi tak tahu harus menjawab dengan kalimat apa. Takut salah. Ber argumentasi dengan orang dewasa dan menjelaskan sesuatu pada anak kecil sama-sama menantang. Tapi menjelaskan tentang faham ketuhanan kepada Julie..lebih menantang lagi. Gadis itu sangat pintar, cerdas dan pandai mengolah kata.
“I’ll tell you to night before you sleep.” Janji Mey.
“Kenapa tidak sekarang saja?” pinta Julie.
“Sebab ada yang lebih penting yang harus kukerjakan dan kau kerjakan.”
“Apa?”
(To be continuous)
“Aku? Buat apa?”
“Pray! To the God!”
“I am Muslim, remember?”
“SO?”
“I am not pray to the statue! I can Pray at home, five times a day.”
“Not tired mah? Five times a day!”
“of course! But That our obligations as human being! Praying. Berterimah kasih, memohon ampunan atas segala dosa dan salah yang dengan sengaja atau tidak sengaja kita lakukan.”
“What the different between your God and Mine?” tanya Julie dengan nada ingin tahu. Gadis umur 10 tahun itu terkadang sering membuat Mey bingung dengan pertanyaanya. Bukan tak bisa menjawab, tapi tak tahu harus menjawab dengan kalimat apa. Takut salah. Ber argumentasi dengan orang dewasa dan menjelaskan sesuatu pada anak kecil sama-sama menantang. Tapi menjelaskan tentang faham ketuhanan kepada Julie..lebih menantang lagi. Gadis itu sangat pintar, cerdas dan pandai mengolah kata.
“I’ll tell you to night before you sleep.” Janji Mey.
“Kenapa tidak sekarang saja?” pinta Julie.
“Sebab ada yang lebih penting yang harus kukerjakan dan kau kerjakan.”
“Apa?”
(To be continuous)
Subscribe to:
Posts (Atom)



